Bisnis Rumahan yang Menjanjikan dengan Modal Kecil

Siapa katakan mulai usaha itu susah serta perlu modal besar? Dengan sedikit kreatifitas serta ketekunan, Anda dapat menyulap hoby jadi usaha rumahan yang dapat menghadirkan uang. Siapa tahu dari kecil-kecilan dapat berkembang menjangkau hasil yang tambah baik di masa depan. Yuk, kita cobalah.

Sprei serta Bed Cover

Kesempatan usaha bisnis rumahan ini cukup mengundang selera. Karna, bila beli baju orang umumnya mencari saat spesial untuk hunting, tidak sekian dengan sprei serta bed cover. Orang umumnya lebih suka terima jadi, tidak ingin ribet. Apabila Anda berikan pilihan motif yang bagus, bahan yang nyaman serta harga kompetitif, tidak susah untuk memasarkannya. Anda dapat mulai dengan modal yang tidak demikian besar. Berdasar pada pengalaman mereka yang telah menjalaninya, dengan uang sejuta rupiah saja Anda telah dapat mulai.

Keperluan untuk usaha bisnis rumahan modal kecil ini :

Bahan. Harga nya begitu variasi bergantung type berbahan. Jadi deskripsi dapat sekitar Rp 20 beberapa ribu per mtr..
Untuk sprei ukuran king umumnya memerlukan 4, 25 mtr.. Sedang yang ukuran single sekitaran 2, 5 mtr..
Apabila tidak dapat menjahit sendiri, Anda dapat mempekerjakan tukang jahit yang umum dibayar per unit. Biaya menjahit per unit sekitaran Rp 15. 000 – Rp 20. 000.
Tali, benang, serta peralatan jahit yang lain yang umum dibeli dalam jumlah kiloan atau lusinan.
Tempat beli bahan :
Pasar tekstil seperti Pasar Cipadu, Tangerang, Pasar Tanah Abang, Pasar Baru.

Harga jual :
Bergantung biaya produksi yang di keluarkan. Kalkulasilah keseluruhan biaya produksinya terlebih dulu, lalu mark up (berikan) sekitaran 25-30% untuk memastikan harga jual. Biasanya sprei itu di jual dengan harga sekitaran Rp150. 000, – ke atas.

Pemasaran :
Anda dapat masuk ke kantor-kantor (dengan memakai pertolongan rekan-rekan di kantor Anda dahulu), tetangga, saudara, rekan, dsb. Umumnya system pembayarannya dengan kontan atau credit. Diluar itu, Anda dapat juga turut pameran-pameran yang seringkali dikerjakan di gedung-gedung perkantoran atau mal. Harga sewa stand sekitar Rp 500 ribu-jutaan (bergantung tempat). Anda dapat juga pasarkan lewat internet. Gabung dengan milis begitu dianjurkan. Alternatif beda, titip jual di department-department store, dan menyewa kios atau tempat di beberapa lokasi strategis.

Bingkai Photo

Di jaman seperti saat ini, siapa yang tidak sukai memajang photo? Itu penyebabnya usaha seperti ini senantiasa menarik untuk ditelateni. Untuk berkiprah di bagian ini Anda butuh mempunyai jiwa seni serta sukai berkreasi. Diluar itu juga butuh pintar membaca selera pasar. Pada ” musim-musim kawin ” usaha ini umumnya menggairahkan, karna banyak yang memakainya untuk suvenir perkawinan.

Modal : Sekitaran Rp 7 juta.

Keperluan untuk usaha bisnis rumahan yang menjanjikan ini :

Kayu (macamnya begitu variasi). Umumnya di jual per mtr. kubik. Harga nya sekitar beberapa puluh sampai beberapa ratus ribu rupiah.
Kompresor. Harga nya cukup mahal, diatas Rp1 juta.
Kaca, cat, serta sebagainya
Listrik. Karna watt untuk kompresor serta alat potong cukup besar.
Untuk pelaksanaan, Anda dapat mempekerjakan tukang yang umum kerjakan frame/bingkai serta dibayar per unit. Biaya kerja sekitaran Rp 10. 000/per frame. Untuk ukuran besar atau pesanan spesial, ongkosnya dapat Anda cocokkan sendiri.
Ukuran yang umumnya di buat bergantung hasrat Anda. Umumnya dari ukuran mini, 3 R, 4 R, dan sebagainya.
Tempat beli kayu :
Klender

Harga jual :
Prinsipnya sama juga. Kalkulasi dahulu biaya produksi yang di keluarkan, lantas berikan sekitaran 25-30% untuk memastikan harga jualnya. Jadi patokan, Anda dapat jual bingkai photo dengan harga Rp15. 000-tak terbatas (sesuai sama ukuran, type kayu yang dipakai, serta kerumitan jenis).

Pemasaran :
Anda dapat buat galeri sendiri di garasi atau tempat tinggal, menyewa tempat, turut pameran atau menitip jual di beberapa toko seperti toko buku, pernik atau galeri beda. Anda dapat pula menitip koleksi Anda ditempat pemesanan undangan. Langkah yang masih tetap efisien sesungguhnya dari mulut ke mulut. Dapat diawali dari saudara, tetangga, rekan lalu beranikan diri datang ke kantor-kantor tawarkan frame Anda. Janganlah lupa selalu untuk memberikan merk serta nomor kontak di tiap-tiap frame maupun kemasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *