Pulau Buton serta Muna jadi Lumbung Jagung

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mencanangkan Pulau Buton serta Muna, Sulawesi Tenggara jadi lumbung jagung. Ia membidik di ke-2 pulau itu dapat ditanami benih jagung seluas 50. 000 hekta.

“Hari ini kita canangkan jadikan pulau ini untuk jagung, kita sudah mengetahui ke pulauan ini dari dahulu turun temurun menanam jagung, ” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam kunjungan di Kota Baubau, Kamis (22/6/2017).

Terlebih dulu, Amran menanam benih jagung dengan Kasdam XIV Hasanuddin, Brigjen TNI Supartodi di Kompi Infantri Batalyon 725 Woroagi, Kota Baubau.

Menurut dia petani tak perlu cemas mengenai hasil penjualan jagung, karna Bulog sudah siap beli jagung dari petani seharga Rp 3. 150 per kg.

“Untuk Indonesia timur, tujuan produksi jagung menjangkau 25 juto ton. Tempo hari (th. 2016), tujuan 20 juta ton serta terwujud 23 juta ton. Saat ini kita telah tidak import (jagung) sekali lagi, ” katanya.

Indonesia sudah sukses mengekspor jagung sejumlah 250. 000 ton ke Filipina. Bahkan juga Negara negara itu memohon penambahan 1 juta ton jagung. Disamping itu Malaysia memohon supply 3 juta ton jagung dari Indonesia.

“Ini nilainya Rp 12 triliun. Kami menginginkan rakyat ini sejahtera. Karna ini ada kesempatan kesejahteraan menanam jagung, ” ucap Amran.

Terlebih dulu, Menteri Pertanian membagikan 20 traktor serta 45. 500 benih jagung yang juga akan ditanam di pulau Buton serta pulau Muna. Benih jagung itu juga akan diberi pada beberapa petani.

“Kami membawa benih holtikultura ini gratis atas perintah ayah Preside, dengan biaya APBNP sejumlah Rp 5, 5 triliun, ” imbuhnya.

Jagung Langka, Bulog Menawarkan Jalan keluar Ini Pada Peternak Unggas

Beberapa peternak unggas baik layer ataupun broiler di beberapa daerah mengeluhkan terjadinya kelangkaan jagung jadi bahan baku paling utama pakan ternak.

Perusahaan Umum Tubuh Masalah Logistik (Perum Bulog) menyebutkan, supaya beberapa peternak di beberapa daerah dengan bersama dengan Perum Bulog untuk mencari beberapa daerah penghasil jagung yang dapat jadikan jadi bahan baku pakan untuk kepentingan bln. Juli yang akan datang.

” Saya menginginkan Bulog serta peternak keduanya sama mencari jagung lokal yang tuturnya ada, beritanya ada, karna saya takut sendirian jangan pernah saya dapatkan jagung namun tidak cocok spesifikasi, ” tutur Direktur Paling utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti waktu audiensi dengan peternak unggas di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Djarot memberikan, bila Bulog serta peternak memperoleh jagung dengan spesifikasi yang sesuai sama apa yang diinginkan peternak jadi Bulog bisa lakukan serapan jagung untuk lalu didistribusikan pada peternak unggas.

” Bila peternak rakyat miliki informasi jagung yang sesuai sama tunjukkan, bila peternak kurang uang Bulog yang juga akan bayarkan, bila memanglah tak ada, mesti berbesar hati peternak minta ke kementerian tehnis seperti apa pemecahanya (problemnya) karna Bulog tidak miliki kemampuan, ” tutur Djarot.

Disamping itu, bila tidak diketemukan jalan keluar berkaitan kelangkaan jagung yang berlangsung sekarang ini, Djarot menyatakan, pihaknya siap bila pada akhirnya peroleh penugasan untuk kembali import jagung. ” Bila dengar ada jagung di lapangan saya yakinkan 2×24 jam sediakan orang turun, saya juga akan kirim ke tempat yang memerlukan, ” pungkas Djarot.

Terlebih dulu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan, pemerintah sudah mempersiapkan stock jagung untuk beberapa peternak kecil yang disiapkan oleh Bulog.

” Jagung kami sediakan di Bulog, dengan harga Rp 3. 000 lebih, serta stock terdapat beberapa. Kami minta peternak kecil minta jagung ke Bulog. Kita dahulukan ke peternak kecil, itu perintah Presiden, ” kata Amran.

Berdasar pada data Bulog, sekarang ini stock jagung di Bulog menjangkau 63. 000 ton serta menyebar di Divisi Regional (Divre) Lampung, Divre DKI Jakarta- Banten, Divre Jateng, Divre Jawa timur, serta Divre Sulut – Gorontalo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *